Tipe Penggajian Pegawai Laundry yang Tepat untuk Usaha Pemula
arif : 01/02/2026

Dalam menjalankan usaha laundry, pengelolaan pegawai tidak hanya soal pembagian tugas dan SOP, tetapi juga sistem penggajian yang jelas dan adil. Banyak usaha laundry mengalami masalah internal karena penggajian pegawai yang tidak diatur dengan baik sejak awal.
Oleh karena itu, pemilik usaha laundry yang terutama pemula perlu memahami tipe penggajian pegawai laundry agar bisa memilih sistem yang sesuai dengan kondisi usahanya.
Kenapa Sistem Penggajian Pegawai Laundry Harus Jelas?
Gaji adalah hak pegawai dan kewajiban dari pemilik usaha untuk memenuhi hak tersebut. Jika sistem gaji tidak disepakati sejak awal, beberapa masalah akansering muncul seperti,
- Pegawai merasa tidak adil
- Kesalahpahaman soal jam kerja dan lembur
- Motivasi kerja menurun
- Konflik antara pemilik dan pegawai
Tipe Penggajian Pegawai Laundry yang Umum Digunakan
Berikut beberapa sistem gaji yang paling sering diterapkan dalam usaha laundry kiloan maupun laundry rumahan.
1. Gaji Bulanan Tetap
Gaji bulanan tetap adalah sistem penggajian yang paling umum digunakan, di mana pegawai menerima jumlah gaji yang sama setiap bulan. Sistem ini cocok untuk laundry dengan operasional yang sudah stabil.
Kelebihan:
- Memberi rasa aman bagi pegawai
- Mudah diatur dan dicatat
- Cocok untuk pegawai full time
Kekurangan:
- Motivasi kerja bisa menurun jika tidak disertai evaluasi
2. Gaji Harian
Sistem ini membuat pegawai laundry dibayar berdasarkan jumlah hari kerja. Umumnya digunakan oleh laundry pemula atau laundry rumahan yang keuangannya belum terlalu stabil.
Kelebihan:
- Lebih fleksibel
- Cocok untuk pegawai paruh waktu atau usaha kecil
Kekurangan:
- Pegawai kurang terikat
- Produktivitas bisa tidak konsisten
3. Gaji Borongan (Per Kilo / Per Satuan)
Gaji borongan adalah sistem penggajian berdasarkan hasil pekerjaan, seperti per kilo cucian atau per satuan. Sistem ini wajib didukung SOP dan standar kualitas agar tidak merugikan pelanggan.
Kelebihan:
- Pegawai lebih termotivasi mengejar target
- Biaya gaji menyesuaikan volume kerja
Kekurangan:
- Risiko kualitas menurun jika tanpa SOP
- Kurang cocok jika tidak ada kontrol kerja
4. Gaji Tetap + Bonus
Sistem ini menggabungkan gaji tetap dengan bonus berdasarkan target atau performa kerja yang tercapai oleh pegawai laundry. Sistem ini paling sering direkomendasikan untuk usaha laundry yang sedang tumbuh.
Kelebihan:
- Lebih seimbang dan aman
- Pegawai tetap termotivasi
- Cocok untuk laundry pemula hingga berkembang
Kekurangan:
- Perlu sistem pencatatan yang rapi
- Biaya gaji bisa membengkak jika tak dibatasi
- Kurang efektif jika pegawai tidak disiplin
Mengelola Penggajian Pegawai Laundry dengan Sistem Digital
Mengatur gaji pegawai akan lebih mudah jika didukung sistem digital. Tanpa sistem, pencatatan manual sering menimbulkan kesalahan hitung dan perbedaan persepsi dengan pegawai. Dengan bantuan aplikasi manajemen laundry seperti Bilas, pemilik usaha dapat:

- Mencatat volume cucian yang dikerjakan pegawai secara otomatis
- Penghitungan gaji dan komisi pegawai otomatis berdasarkan performa kerja, kedisiplinan dan kehadiran
- Mengurangi perhitungan manual dan risiko salah bayar gaji
- Data yang transparan untuk semua pegawai
Sistem digital membantu penggajian pegawai laundry menjadi lebih rapi, adil, dan mudah dikontrol, tanpa menambah beban administrasi.
Kesimpulan
Tidak ada satu sistem penggajian yang paling benar untuk semua usaha laundry. Yang terpenting adalah menyesuaikan sistem gaji dengan kondisi usaha dan menjelaskannya sejak awal kepada pegawai.
Dengan memilih tipe penggajian pegawai laundry yang tepat dan didukung sistem yang rapi, usaha laundry kamu akan:
✅ Lebih stabil
✅ Minim konflik internal
✅ Pegawai lebih termotivasi
✅ Lebih mudah berkembang







