Panduan Manajemen Pegawai Laundry untuk Pemilik Laundry Pemula
arif : 01/02/2026

Faktanya, banyak usaha laundry yang sepi bukan karena kurang pelanggan, melainkan karena pegawai tidak dikelola dengan baik. Akibatnya, muncul berbagai macam masalah dalam perjalanannya. Masalah-masalah ini sering berujung pada komplain pelanggan yang secara langsung memengaruhi reputasi dan keberlangsungan usaha laundry.
Oleh karena itu, cara pegawai mengerjakan laundry pelanggan harus dikelola dengan sistem yang jelas. Dengan manajemen pegawai laundry yang tepat, kinerja pegawai bisa berjalan lebih lancar, efektif, dan konsisten, sehingga kepuasan pelanggan meningkat dan usaha laundry lebih mudah berkembang.
Kenapa Manajemen Pegawai Laundry Itu Penting?
Sebagai pemilik laundry pemula, mungkin di awal kamu masih turun langsung ke operasional. Namun, seiring waktu ketika usaha laundry mulai berkembang tanpa sistem manajemen pegawai yang jelas, berbagai masalah bisa muncul seperti cucian tertukar atau rusak, pegawai sering datang telat atau bolos, hingga komplain pelanggan yang terus meningkat. Jika dibiarkan, kamu sebagai pemilik usaha akan merasa lelah dan kewalahan, karena harus terus mengawasi pegawai setiap hari.
Di sinilah manajemen pegawai laundry menjadi sangat penting. Dengan pengelolaan pegawai yang baik, usaha laundry akan:
- Lebih rapi dan terkontrol
- Minim kesalahan operasional
- Pelayanan kepada pelanggan lebih konsisten
- Lebih mudah untuk dikembangkan
Manajemen pegawai membuat kamu tidak perlu selalu turun tangan, karena sudah ada sistem kerja dan pegawai yang bisa dipercaya .
Jumlah Ideal Pegawai Laundry untuk Pemula
Langkah awal dalam manajemen pegawai laundry adalah menentukan jumlah pegawai yang ideal. Rekomendasi Jumlah Pegawai Laundry
- 1–2 pegawai untuk usaha laundry rumahan
- 2–3 pegawai untuk usaha laundry dengan jumlah mesin lebih dari 3 unit
Jumlah ini sudah cukup untuk menjalankan operasional harian, asalkan alur kerja dan pembagian tugas dibuat dengan jelas. Dengan pembagian tugas yang jelas, pekerjaan bisa berjalan lebih efisien, rapi, dan minim kesalahan meskipun pegawai masih terbatas.
Miliki SOP Pegawai Laundry yang Jelas
SOP (Standard Operating Procedure) adalah dasar dalam manajemen pegawai laundry. SOP berfungsi sebagai panduan kerja yang mengatur cara kerja dan pembagian tugas pegawai, sehingga operasional laundry berjalan rapi dan konsisten. SOP yang perlu dimiliki antara lain:
- Penerimaan dan penandaan cucian
- Pemisahan warna dan jenis kain
- Penggunaan mesin dan setrika
- Penanganan cucian rusak atau hilang
- Standar kebersihan area kerja
Setelah SOP selesai dibuat, bagi tugas pegawai sesuai SOP. Contoh seperti berikut:
- Penerimaan dan pencatatan cucian
- Pencucian dan pengeringan
- Setrika dan pelipatan
- Packing dan serah terima
Agar sistem berjalan efektif, pastikan jam istirahat jelas, jadwal kerja konsisten, dan aturan lembur disepakati sejak awal.
Tips: Di awal usaha, satu pegawai bisa mengerjakan beberapa tugas, asalkan alur kerja jelas dan konsisten.
Cara Merekrut Pegawai Laundry untuk Pemula
Kesalahan dalam memilih pegawai bisa berdampak langsung pada kualitas layanan dan kepuasan pelanggan. Karena itu, proses perekrutan perlu dilakukan dengan pertimbangan yang tepat meskipun usaha masih skala kecil.
Kriteria pegawai laundry yang disarankan saat merekrut pegawai laundry, ada beberapa kriteria dasar yang sebaiknya kamu perhatikan:
- Jujur dan bertanggung jawab
- Mau belajar dan tidak gengsi
- Disiplin waktu
- Bisa bekerja secara rutin dan tidak sering izin
Tips Rekrutmen Pegawai Laundry yang Sederhana
- Prioritaskan orang sekitar laundry
- Terapkan masa percobaan selama 1 bulan
- Jelaskan aturan kerja sejak awal
Cara Mengatur Gaji Pegawai Laundry
Ketidakjelasan soal gaji sering menjadi sumber konflik antara pemilik usaha dan pegawai. Dengan sistem gaji yang transparan, pegawai akan merasa lebih aman dan termotivasi. Beberapa sistem gaji yang biasa diterapkan dalam usaha laundry antara lain:
- Gaji bulanan tetap, cocok untuk pegawai full time
- Gaji harian, biasanya digunakan untuk pegawai lepas atau paruh waktu
- Gaji tetap ditambah bonus target, berdasarkan jumlah cucian atau performa kerja
Tips: gunakan gaji tetap ditambah bonus kecil. Sistem ini membantu menjaga pengeluaran tetap stabil sekaligus mendorong pegawai bekerja lebih produktif dan bertanggung jawab.
Mengawasi Pegawai Laundry Tanpa Harus Selalu Hadir
Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengawasi kinerja pegawai laundry adalah memanfaatkan aplikasi laundry seperti Bilas, yang membantu pemilik usaha mengelola operasional sekaligus memantau kinerja pegawai secara lebih rapi dan terukur.
Fitur Aplikasi Bilas yang Membantu Kontrol Pegawai Laundry

Berikut beberapa fitur Bilas yang berkaitan langsung dengan pengelolaan dan pengawasan pegawai laundry:
- Pencatatan transaksi digital
- Pemantauan status cucian
- Laporan harian otomatis
- Pemisahan peran dan alur kerja
- Aktivitas pegawai tercatat secara real-time
- Penggajian berdasarkan kinerja pegawai
Dengan dukungan fitur-fitur tersebut, pemilik laundry tetap bisa mengontrol operasional dan kinerja pegawai meskipun tidak selalu berada di lokasi usaha.
Kesimpulan
Manajemen pegawai laundry untuk pemula tidak harus rumit. Kuncinya adalah menggabungkan sistem kerja yang jelas dengan alat bantu yang tepat. Hal-hal penting yang perlu diterapkan:
- Pembagian tugas pegawai yang jelas
- SOP sederhana namun konsisten
- Aturan kerja dan gaji yang transparan
- Pengawasan berbasis sistem dan data
Dengan manajemen pegawai yang baik serta didukung aplikasi laundry Bilas usaha laundry kamu akan:
✅ Lebih rapi dan terkontrol
✅ Minim kesalahan dan komplain pelanggan
✅ Lebih mudah berkembang tanpa harus selalu diawasi langsung







