Laundry Self Service + Coffee Shop, Kombinasi Bisnis yang Lagi Naik?
Admin : 23/05/2026

Beberapa tahun terakhir mulai muncul konsep bisnis yang menggabungkan bisnis laundry self service dengan coffee shop dalam satu area.
Awalnya konsep ini mungkin terlihat unik, tapi ternyata cukup masuk akal kalau dilihat dari kebiasaan pelanggan laundry self service.
Karena berbeda dengan laundry full service, pelanggan self service biasanya harus menunggu proses mencuci selesai. Waktu tunggu inilah yang kemudian bisa dimanfaatkan menjadi peluang bisnis tambahan.
Akhirnya banyak owner bisnis laundry self service mulai menghadirkan coffee shop atau area nongkrong supaya pelanggan punya tempat untuk menunggu dengan lebih nyaman.
Dua Bisnis yang Ternyata Bisa Saling Mendukung

Konsep ini dianggap menarik karena dua bisnis tersebut punya hubungan yang cukup nyambung.
Orang yang sedang mencuci biasanya butuh aktivitas selama menunggu mesin selesai. Ada yang memilih ngobrol, membuka laptop, mengerjakan tugas, atau sekadar scrolling sambil duduk santai.
Di sisi lain, coffee shop memang identik dengan tempat untuk nongkrong dan work from cafe. Karena itu, pelanggan laundry bisa berubah menjadi pelanggan coffee shop juga.
Bahkan dalam beberapa kasus, ada pelanggan yang awalnya datang untuk laundry lalu akhirnya rutin datang karena merasa nyaman dengan tempatnya. Dari sini, dua bisnis bisa saling menghidupkan traffic satu sama lain.
Tidak Semua Lokasi Cocok dengan Konsep Ini
Walaupun terlihat menarik, konsep laundry self service dan coffee shop sebenarnya tidak cocok untuk semua tempat.
Konsep seperti ini biasanya lebih cocok di area yang masyarakatnya sudah terbiasa nongkrong di coffee shop atau sering bekerja dari cafe.
Contohnya seperti:
- area perkantoran
- lingkungan kampus
- kawasan mahasiswa
- area dengan aktivitas anak muda yang tinggi
Karena kalau target market di lokasi tersebut belum terbiasa dengan budaya nongkrong atau work from cafe, coffee shop bisa jadi kurang berjalan maksimal.
Akhirnya laundry tetap berjalan, tapi area coffee shop justru sepi dan kurang efektif.
Jadi sebelum membangun konsep seperti ini, owner perlu memahami kebiasaan masyarakat di sekitar lokasi terlebih bisnis laundry dahulu.
Operasional yang Rapi Jadi Kunci
Menggabungkan dua bisnis sekaligus tentu membuat operasional menjadi lebih kompleks.
Ada transaksi laundry, penggunaan mesin self service, pengelolaan pelanggan, sampai operasional coffee shop yang juga perlu diperhatikan.
Karena itu, penggunaan sistem yang rapi cukup penting supaya bisnis tetap nyaman dijalankan ketika mulai ramai.
Untuk operasional laundry, aplikasi seperti Bilas bisa membantu pengelolaan transaksi, monitoring bisnis, hingga operasional laundry self service dalam satu sistem yang lebih praktis.

Dengan sistem yang lebih teratur, owner bisa lebih fokus mengembangkan konsep bisnis tanpa terlalu sibuk mengurus operasional kecil setiap hari.
Lihat Artikel Lainnya

Buka Laundry di Dalam Kost, Strategi Cerdas atau Malah Ribet?

Jangan Asal Buka Cabang! Ini 4 Hal yang Harus Disiapkan oleh Owner Laundry

3 Cara Menaikkan Income Laundry Tanpa Harus Tambah Cabang

Rekomendasi Aplikasi Kasir Laundry yang Memudahkan Scale Up Bisnis Laundry

Pentingnya Fitur Absen Aplikasi dalam Laundry untuk Disiplin Pegawai


