Cara Membuat Operasional Laundry Tetap Lancar Meski Pegawai Sedang Libur!
Admin : 20/08/2026

Dalam bisnis laundry, setiap pegawai biasanya memiliki pekerjaan masing-masing. Ada yang bertugas di kasir, menerima cucian, melakukan sortir, mencuci, menyetrika, atau menangani packing.
Pembagian pekerjaan seperti ini penting agar pekerjaan lebih teratur, tapi ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu jangan sampai operasional terlalu bergantung pada satu orang. Bayangkan ketika pegawai yang biasa menangani setrika tiba-tiba sakit.
Cucian tetap masuk. Mesin tetap berjalan. Pelanggan tetap datang. Kalau tidak ada pegawai lain yang bisa membantu proses setrika, pekerjaan dapat menumpuk dan waktu pengerjaan ikut molor.
Karena itu, setiap pegawai sebaiknya memiliki kemampuan untuk mengerjakan 2 sampai 3 pekerjaan berbeda.
Perlunya Setiap Pegawai Punya Kemampuan Tambahan
Perlu diperhatikan tidak perlu semua pegawai harus bisa mengerjakan seluruh pekerjaan di laundry, tetapi juga setiap pegawai tetap bisa memiliki pekerjaan utama sesuai tanggung jawabnya.
Misalnya, pegawai yang sehari-hari bertugas sebagai kasir dapat diajarkan cara menerima cucian dan melakukan packing. Pegawai bagian produksi dapat belajar melakukan sortir dan menyetrika. Ketika kondisi normal, setiap orang tetap fokus pada pekerjaan utamanya.
Ketika ada pegawai yang libur atau sakit, pegawai lain sudah memiliki kemampuan untuk membantu pekerjaan tersebut. Dengan cara ini, laundry memiliki cadangan tenaga kerja dari dalam tim sendiri.
Owner Laundry Juga Perlu Bisa Turun Tangan
Owner tidak perlu bisa mengerjakan semua pekerjaan setiap pegawai sekaligus. Mulailah dari pekerjaan yang paling sering membutuhkan bantuan ketika ada pegawai yang tidak masuk.
Misalnya, pegawai setrika sering menjadi bagian yang paling sibuk. Owner dapat mengajarkan teknik dasar setrika kepada satu atau dua pegawai lainnya. Begitu juga dengan pekerjaan lain seperti sortir, packing, menerima cucian, atau mengoperasikan mesin.
Semakin sering pegawai belajar pekerjaan tambahan, semakin terbiasa mereka ketika harus membantu bagian lain.
Menumbuhkan Rasa Empati antar Pegawai
Ada manfaat lain yang sering terlupakan dari kebiasaan mengerjakan beberapa pekerjaan kepada pegawai. Ketika seseorang hanya mengerjakan satu bagian, mereka mungkin melihat pekerjaan teman sebagai sesuatu yang mudah.
Misalnya, pegawai yang bertugas di kasir melihat proses setrika dan berpikir: "Gampang banget, tinggal gosok pakaian saja aku juga bisa." Setelah mencoba mengerjakannya sendiri, mereka baru memahami bahwa menyetrika dalam jumlah banyak membutuhkan kecepatn, ketelitian, dan tenaga.
Hal yang sama bisa terjadi pada pekerjaan lainnya. Pegawai yang mencoba melakukan sortir akan memahami bahwa memisahkan pakaian membutuhkan perhatian. Pegawai yang mencoba packing akan mengetahui bahwa menyusun pakaian dengan rapi juga membutuhkan waktu.
Pengalaman seperti ini dapat menumbuhkan rasa empati antar pegawai. Mereka jadi lebih memahami beban kerja teman satu tim. Potensi rasa iri karena menganggap pekerjaan orang lain lebih mudah juga dapat berkurang. Pada akhirnya, setiap pekerjaan memiliki tantangannyaa masing-masing.
Kenapa Hal Ini Penting untuk Bisnis Laundry?
Laundry memiliki banyak proses yang saling berhubungan. Cucian masuk, kemudian dilakukan sortir, pencucian, pengeringan, setrika, dan packing. Ketika satu bagian kekurangan pegawai, bagian lainnya bisa ikut terdampak. Misalnya pegawai setrika tidak masuk. Cucian yang sudah selesai dicuci dan dikeringkan akhirnya menumpuk.
Jika ada pegawai lain yang memahami dasar-dasar setrika, pekerjaan tersebut tetap dapat berjalan sambil menunggu pegawai utama kembali. Hal yang sama berlaku pada pekerjaan lainnya.
Tim yang memiliki kemampuan mengerjakan beberapa pekerjaan akan lebih siap menghadapi kondisi yang tidak terduga. Mereka juga lebih memahami bagaimana pekerjaan setiap bagian saling berkaitan.
Gunakan Sistem yang Membantu Pegawai Saling Backup
Selain melatih pegawai, penggunaan sistem yang tepat juga dapat membantu operasional tetap berjalan. Data transaksi, data pelanggan, riwayat pekerjaan, dan informasi penting lainnya sebaiknya tersimpan dengan rapi sehingga dapat diakses oleh pegawai yang memang memiliki izin.
Melalui Bilas, owner dapat mengelola berbagai kebutuhan operasional laundry dalam satu aplikasi. Owner laundry dapat mengatur akses pegawai sesuai kebutuhan sehingga pekerjaan dapat dibagi dengan lebih jelas.
Untuk laundry yang menggunakan IOTIC, informasi mesin juga dapat dipantau melalui fitur Kelola Mesin. Owner dapat melihat cycle count, nama dan informasi mesin, kapasitas, serta informasi waktu operasional mesin melalui aplikasi.
Dengan informasi yang tersimpan dalam sistem, pegawai lain dapat lebih mudah melanjutkan pekerjaan ketika ada anggota tim yang sedang tidak masuk.
Lihat Artikel Lainnya

Transaksi Laundry Masih di Bawah 10 per Hari? Ini Fitur yang Sebenarnya Kamu Butuhkan

Slip Gaji Pegawai Laundry Masih Ditulis Manual? Coba Cara Ini

Kenapa Bukti Foto Cucian Bisa Bikin Pelanggan Laundry Lebih Percaya?

Laundry Sering Telat Selesai? Mungkin Ini Penyebabnya!

Omzet Bisnis Laundry Terus Menurun? Ini 3 Hal yang Perlu Dibenahi



